Total Tayangan Halaman

Minggu, 10 Juni 2012

Sejarah hari bumi atau Earth Day

Sejarah hari bumi atau Earth Day yang diperingati setiap tanggal 22 April telah banyak yang tahu. Banyak yang telah menuliskan sejarah awal mula Hari Bumi (Earth Day). Namun untuk menyambut peringatan Hari Bumi yang sebentar lagi tiba tidak ada salahnya Alamendah’s Blog kembali mengulas sejarah itu.
Sebagai mana diketahui, sejarah peringatan Hari Bumi (Earth Day) diselenggarakan pertama kali pada 22 April 1970 di Amerika Serikat. Penggagasnya adalah Gaylord Nelson, seorang senator Amerika Serikat dari Wisconsin yang juga pengajar lingkungan hidup.
Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Gaylord Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Gaylord Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.
Gaylord Nelson
Gaylord Nelson, pencetus Hari Bumi
Dukungan ini mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu sejarah mencatat jutaan orang turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York untuk mengecam para perusak bumi. Majalah TIME memperkirakan bahwa sekitar 20 juta manusia turun ke jalan pada 22 April 1970.
Moment ini kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya sebagai Hari Bumi yang pertama kali. Tanggal 22 April juga bertepatan dengan musim semi di Northern Hemisphere (belahan bumi utara) sekaligus musim gugur di belahan bumi selatan. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya Hari Bumi (Earth Day) diperingati.
Sejarah mencatat, Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Gerakan untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap planet yang ditinggali manusia ini yaitu bumi. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.
PBB sendiri memilih tanggal 20 Maret saat di mana matahari tepat diatas khatulistiwa sebagai peringatan Hari Bumi. Ini mengacu pada ide “hari bagi orang-orang Bumi” yang dicetuskan aktivis perdamaian John McConnell. Hari yang lebih dikenal sebagai “Hari Bumi Equinoks” ini diperingati PBB setiap tahunnya sejak 21 Maret 1971. Namun PBB juga mengakui tanggal 22 April sebagai hari bumi yang dilaksanakan secara global. PBB secara resmi merayakannya 22 April sebagai “International Mother Earth Day“.
Berdasarkan sejarah lahirnya Hari Bumi ini, tidak ada salahnya jika saya ikutan mendukung penyelenggaraan Hari Bumi. Meskipun Alamendah sadar bahwa untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan hidup tidak harus menunggu datangnya tanggal 22 April.
Referensi dan gambar:
  • earthday.envirolink.org/history.html
  • www.earthday.org
  • www.earthsocietyfoundation.org
  • www.history.com/topics/earth-day
  • commons.wikimedia.org (gambar)

pengalaman toefl

Hari ini untuk kesekian kalinya saya mencoba mengikuti tes TOEFL, ntah gimana hasilnya!!! (mengharap.com). Setelah searching di google ketemu beberapa artikel menarik dalam mempersiapkan ujian TOEFL tersebut. Oleh karena itu ana ingin berbagi dengan rekan-rekan semua.., Smg bermanfaat!
TOEFL yang merupakan singkatan dari “Test Of English as a Foreign Language”. Tes TOEFL ini biasanya sering dijumpai pada saat rekrutmen pegawai baru atau pada saat akan melanjutkan studi S2 baik di dalam ataupun luar negeri. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris (Amerika) seseorang secara tertulis. Tes initerdiri dari tiga bagian, antara lain:
  1. Toefl Listening Comprehension Test, terdiri dari 50 soal dalam waktu 30-40 menit
  2. Toefl Structure and Written Test, terdiri dari 40 soal dalam waktu 25 menit
  3. Toefl Reading Comprehension Test, terdiri dari 50 soal dalam waktu 55 menit
Hasil tertinggi dari tes ini adalah pada angka 675. Namun biasanya untuk tes rekrutmen pegawai baru ataupun lanjut S2 standar minimal TOEFL hanya berkisar pada angka 500 sampai 550 saja.
Sedikit tips dari saya untuk anda yang benar-benar serius dalam berlatih soal latihan test toefl adalah sebagai berikut;
1. Usahakan untuk terus berkonsentrasi dengan soal yang ada tanpa harus terbebani dengan hasil nilai yang akan anda dapat.
2. Usahakan pula untuk tidak melihat jawaban dari peserta lain karena hal tersebut akan membuat semua persiapan anda menjadi sia2 dan pengukuran kemampuan bisa dibatalkan.
3. Jangan ada jawaban yang kosong. TOEFL tidak memiliki nilai penalti jika jawaban Anda salah.
4. Saat ujian, jangan biarkan perhatian Anda teralih. Lebih-lebih saat sesi listening.
5. Pada sesi listening, usahakan Anda membaca terlebih dahulu pilihan jawaban yang ada sehingga Anda dapat menebak “kira-kira, jika jawabannya adalah ini, maka soalnya pasti berhubungan dengan itu”
dan apabila nanti hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, jangan putus asa dan terus belajar untuk perisiapan soal Toefl berikutnya.
Download Module Toefl
Wallahu’alam

TOEFL PREPARATION

Apakah TOEFL itu?

TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur penguasaan bahasa Inggris mereka yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Nilai TOEFL biasanya merupakan salah satu persyaratan masuk di sejumlah 2400 perguruan tinggi di Amerika, Kanada dan 80 negara lainnya di dunia (ETS: 1999).

Kemampuan apa saja yang diuji dalam tes TOEFL?

Ada tiga bagian tes TOEFL yang harus dikerjakan oleh peserta tes. Bagian pertama adalah soal-soal yang mengukur kemampuan Listening Comprehension dalam jumlah 50 soal, Structure & Written Expression , 40 soal, dan Reading Comprehension, 50 soal. Keseluruhan soal dibuat dalam bentuk pilihan berganda (kecuali untuk Computer Based TOEFL ada soal esai yang menguji kemampuan mengarang peserta dalam bahasa Inggris serta variasi lain bentuk soal seperti menjodohkan, meng highlight kata tertentu yang ada kaitannya dengan main idea suatu bacaan, dll.). Keseluruhan tes berlangsung dalam waktu kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil Based TOEFL, dan kurang lebih 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu yang relatif lama untuk Computer Based TOEFL ini sudah termasuk prosedur tutorial.

Ada berapa jenis tes TOEFL?

Terdapat dua jenis tes TOEFL, yaitu 1) Paper and Pencil Based TOEFL; dan 2) Computer Based TOEFL. Jenis tes TOEFL yang pertama adalah tes TOEFL yang kita kenal selama ini, dimana baik soal maupun jawaban dikerjakan dengan menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan jenis tes TOEFL yang kedua adalah model tes yang relatif baru karena pertama kali diperkenalkan pada tahun 1998. Seperti yang tertera pada namanya, tes ini menggunakan komputer dalam penyampaian soalnya dan peserta tes akan menjawab tes ini juga melalui komputer.

Selain kedua jenis tes diatas, apakah masih ada jenis tes TOEFL lainnya?

Untuk keperluan pra-seleksi ataupun keperluan intern suatu lembaga, maka ETS sebagai lembaga pengembang dan penyelenggara tes TOEFL juga menyelenggarakan TOEFL ITP (ITP= Institutional Testing Programme). Jumlah soal dan tingkat kesulitan TOEFL ITP tidak berbeda dengan Paper and Pencil Based TOEFL maupun Computer Based TOEFL, karena memang soal-soal yang digunakan pada TOEFL ITP adalah soal tes TOEFL yang telah pernah digunakan sebelumnya. Perbedaan yang perlu diketahui oleh mereka yang merencanakan mengikuti tes TOEFL adalah bahwa skor yang diperoleh dariTOEFL ITP dalam pengunaannya terbatas. Perguruan tinggi di Amerika, misalnya, hanya akan menerima skor yang diperoleh dari Paper and Pencil Based TOEFL atau Computer Based TOEFL. Selain TOEFL ITP, juga ada TOEFL Prediction/Equivalent Test yang biasanya digunakan untuk memperkirakan skor TOEFL seseorang sebelum yang bersangkutan mengikuti tes TOEFL lainnya (Paper and Pencil Based TOEFL, Computer Based TOEFL, TOEFL ITP). Jenis tes TOEFL Prediction ini pada umumnya diselenggarakan oleh lembaga/pusat bahasa atau tempat-tempat kursus yang menyelenggarakan pelatihan TOEFL

Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?

Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):
  • Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
  • Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
  • Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
  • Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677

Toefl Itu apa sie ?

Sampai saat ini ada tiga jenis TOEFL yang di keluarkan oleh ETS (English Testing Service), yaitu:

1. PBT (Paper Based Test) TOEFL

2. CBT (Computer Based Test) TOEFL

3. iBT (internet Based Test) TOEFL

Apa saja perbedaan dari semua bentuk TOEFL Test tersebut?

1. PBT (Paper Based Test) TOEFL 

PBT-TOEFL adalah bentuk TOEFL Test yang pertama kali dikeluarkan oleh ETS. Sistem test pada PBT-TOEFL menggunakan paper atau lembaran-lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B.

Materi yang diujikan adalah:
  • Listening
  • Structure
  • Reading
Score range 310 – 677. Lama waktu test adalah 2 - 2,5 jam. 

2.  CBT (Computer Based Test) TOEFL

CBT-TOEFL adalah bentuk kedua, menggantikan PBT-TOEFL. Sistem test CBT-TOEFL tidak lagi menggunakan paper, tapi langsung dengan computer. Semua soal menggunakan softwere dan setiap soal langsung dijawab / dikerjakan di computer. CBT pertama kali dikeluarkan pada tahun 1998. Namun di beberapa negara di Asia, khususnya Indonesia masih diperkenankan untuk menggunakan PBT (ITP-TOEFL) sebagai standar International TOEFL Test. Sehingga pamor CBT di Indonesia sangat minim. Bahkan hingga sekarang masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui apa itu CBT-TOEFL.

Materi yang diujikan adalah:
  • Listening
  • Structure
  • Reading
  • Writing 
Score range 0 – 300. Lama waktu test adalah 2 – 2,5 jam.

3. iBT (internet Based Test) TOEFL

iBT-TOEFL atau yang juga dikenal dengan Next Generation (NG) TOEFL adalah bentuk TOEFL Test terbaru yang dikeluarkan ETS dan mulai diperkenalkan sejak tahun 2005, tetapi di Indonesia, baru mulai diberlakukan sejak tahun 2006 sebagai standar International TOEFL Test yang diakui di dunia. ETS banyak melakukan perubahan pada format dan system TOEFL Test terbaru ini. iBT-TOEFL juga menggunakan media computer, hanya saja system test pada iBT menggunakan internet. Dengan demikian peserta test langsung on-line dengan ETS dan menjawab soal-soal test juga secara on-line.

Materi yang di test adalah:
  • Listening
  • speaking
  • writing, and Reading
Score range of iBT is 0-120. Lamanya waktu test adalah 4 jam

STORY TOEFL

History of TOEFL
The Test of English as a Foreign Languagae (TOEFL) is the standardized test by which the English-language skills of non-native speakers are evaluated. The test is required by most colleges and some employers to make sure students and employees are capable of handling the linguistic challenges of cultural immersion. The test is designed by the Center for Applied Linguistics and administered by the Educational Testing Service.
Background
1. Based in Washington, D.C., the Center for Applied Linguistics (CAL) is a nonprofit organization committed to researching the relationship between language and culture. Founded in 1959, its first director was Charles A. Ferguson (1921-1998), who had administered similar programs in the Middle East and taught as a professor at Harvard University. Ferguson guided the center to develop practical solutions for the applied language and literacy concerns of international and national governments.
Origin
2. One of Ferguson’s earliest projects was to develop a test that would quantify the command of the language that ESL (English-as-a-Second-Language) students and government employees had. Ferguson and fellow applied linguistics researchers developed the TOEFL test for the first five years of the CAL. In 1964, the first official TOEFL test was taken at the center.
Development
3. Since the late 1960s, the TOEFL test has been administered by the Educational Testing Service (ETS), an international standardized-testing organization. According to ETS, between 1964 and 2008, 24 million people, largely international students, have taken the test. Introduced in 2005, the Internet-based test has replaced the computer-based and paper-based formats, with the computer-based results ruled no longer valid as of 2006.
Organization
4. Since the early 1970s, the 15-member TOEFL board has dealt with specific problems regarding the organization. This board is comprised of educators and government and industry representatives who are involved in international education. A board of 12 language specialists form the TOEFL Committee of Examiners, which addresses any concerns with the test’s content and methodology, keeping the test valid.
Composition of Test
5. Since 1998, the paper test has been made up of 30 listening-based questions, 40 “written-expression” questions, 50 reading-comprehension questions, and a 300-word essay. The Internet-based test includes four sections: answering questions on a 700-word passage and questions on 30 minutes of an audio sample, as well as six speaking and written-composition tasks. The Internet-based test has also implemented tables and other formats into the test.
When applying to schools and for jobs, international students and businesspeople must often take the Test of English as a Foreign Language (TOEFL) to prove their proficiency. The test has been around for nearly half a century, taking several different forms before arriving at the version test-takers see today. Knowing the history of TOEFL can help students understand the nature of the test, how it is scored, and how their score compares to those of past test-takers.
1. Paper-Based Test
From 1964 until 1998, test-takers took the TOEFL paper-based test, which was given like a traditional exam. This test was originally based on discrete-point testing, which tests one particular area of language knowledge per question and extrapolates a score that gives an overall view of the student’s level. The paper-based test was scored from 310 to 677. However, as linguistic models changed, the Educational Testing Service (ETS), which administers the TOEFL, decided to change the test format as well.
Computer-Based Test
Started in 1998, the computer-based TOEFL test kept some discrete-point questions, but also tested vocabulary and other skills directly. The computer-based test worked on an adaptive model: the questions a student saw depended on his answers to the first question in a given section. If he got the first few questions wrong, he would receive easier questions and thus a lower score. The computer-based test was scored on a scale of 0 to 300 points.
Internet-Based Test
In 2005, ETS began to phase out the computer-based test in favor of the current Internet-based test. This test contains no discrete-point questions and is not adaptive: all students see the same questions, regardless of whether or not they answer the first questions correctly. The TOEFL Internet-based test appeared first in the United States, Canada, France, Germany and Italy in 2005, before gradually spreading to other parts of the world in 2006. It is scored on a scale of 0 to 120.
TOEFL Today
Today, the TOEFL is broken down into four sections, designed to measure the test-taker’s skills in reading, listening, writing and speaking. Each section is scored on a scale of 0 to 30, for a maximum total of 120 points. The paper-based test is still available in some parts of the world; however, the Internet-based test is much more common and more widely accepted.
The Test of English as a Foreign Language, or TOEFL (pronounced /ˈtoʊfəl/ TOH-fəl), evaluates the ability of an individual to use and understand English in an academic setting. It sometimes is an admission requirement for non-native English speakers at many English-speaking colleges and universities. Additionally, institutions such as government agencies, licensing bodies, businesses, or scholarship programs may require this test. A TOEFL score is valid for two years and then will no longer be officially reported[1] since a candidate’s language proficiency could have significantly changed since the date of the test.[citation needed] Colleges and universities usually consider only the most recent TOEFL score.
The TOEFL test is a registered trademark of Educational Testing Service (ETS) and is administered worldwide. The test was first administered in 1964 and has since been taken by more than 23 million students. The test was originally developed at the Center for Applied Linguistics under the direction of Stanford University applied linguistics professor Dr. Charles A. Ferguson.[2]
Policies governing the TOEFL program are formulated with advice from a 16-member board. Board members are affiliated with undergraduate and graduate schools, 2-year institutions and public or private agencies with an interest in international education. Other members are specialists in the field of English as a foreign or second language.

TOEFL

Mungkin anda sering mendengar istilah TOEFL tahukah anda apa pengertiannya? Inilah dia penjelasan dan pengertian TOEFL:
Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan berbahasa Inggris (logat Amerika) yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke kolese (college) atau universitas di Amerika Serikat atau negara-negara lain di dunia. Ujian ini sangat diperlukan bagi pendaftar atau pembicara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ujian TOEFL ini diselenggarakan oleh kantor ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat untuk semua peserta tes di seluruh dunia.
Jenis tes bahasa Inggris TOEFL ini pada umumnya diperlukan untuk persyaratan masuk kuliah pada hampir semua universitas di Amerika Serikat dan Kanada baik untuk program undergraduate (S-1) maupun graduate (S-2 atau S-3). Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Secara umum, tes TOEFL lebih berorientasi kepada American English, dan sedikit berbeda dengan jenis tes IELTS yang berorientasi kepada British English. Tidak seperti tes IELTS, tes TOEFL ini pada umumnya tidak mempunyai bagian individual interview test.
Biasanya tes ini memakan waktu sekitar tiga jam dan diselenggarakan dalam 4 bagian, yaitu bagian:
* listening comprehension,
* grammar structure and written expression,
* reading comprehension, dan bagian
* writing.
Nilai hasil ujian TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test).
Sejak tahun 1998, tes TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT), dan sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test). Di tempat-tempat yang belum bisa melaksanakan CBT atau iBT (karena belum ada fasilitas komputer dan jaringan internetnya), ujian TOEFL ini masih tetap diadakan secara manual menggunakan kertas dan potlot (paper-based test atau PBT). Informasi lebih lengkap tentang tes CBT dan paper-based TOEFL berkaitan dengan pendaftaran, lokasi penyelenggaraan, biaya, dan bahan-bahan persiapan tes dapat dilihat di situs resmi TOEFL, http://www.toefl.org (hasil ujian TOEFL versi CBT mempunyai nilai berkisar antara 0 sampai 300, sementara nilai untuk iBT adalah dari 0 sampai 120) [1].
Akhir-akhir ini penyelenggara tes TOEFL juga mengadakan jenis tes TWE (Test of Written English) yang hasil nilainya terpisah dari nilai tes TOEFL. Tes ini memakan waktu selama 30 menit, dan peserta akan diminta untuk menuliskan karangan singkat yang menggambarkan mengenai kemampuan peserta untuk mengekspresikan dan menuangkan suatu gagasan atau ide, serta mendukung gagasan itu dengan contoh-contoh yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan bahasa Inggris yang standar.
Jenis tes TOEFL yang lain adalah TSEP (Test of Spoken English Program) yang mirip dengan bagian individual interview pada tes IELTS. Tes ini biasanya dipakai kalau kita ingin mendaftar sebagai asisten dosen atau asisten laboratorium (sebagai salah satu cara untuk meringankan biaya kuliah) di universias di AS (atau negara lain). Bentuk tesnya diadakan secara lisan dan berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Waktu penyelenggaraan dan batas akhir pendaftarannya sama dengan tes TOEFL yang lain, dan biayanya kira-kira sebesar US$100.

Sejarah TOEFL

TOEFL adalah singkatan dari Test Of English as a Foreign language. Toefl merupakan sebuah test yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam berbahsa inggris. Test toefl berawal dari sebuah proyek ferguson yang digunakana untuk mengukur kemampuan bahasa pegawai pemerintah dan mahasiswa dan sejak tahun 1960-an, tes TOEFL telah dikelola oleh Educational Testing Service (ETS), sebuah organisasi standar-pengujian internasional.
Test toefl terdiri dari test membaca, menulis , mendengarkan dan berbicara. Dulu test toefl hanya berbasis test kertas dan test komputer, namun sejak tahun 2005 test berbasis internet telah banyak menggantikan 2 test terdahulu tersebut.
Waktu yang diberlakukan untuk tes TOEFL secara keseluruhan kurang lebih 150 menit, untuk Paper and Pencil Based TOEFL, dan sekitar 240 menit untuk Computer Based TOEFL. Waktu untuk Computer Based TOEFL ini relatif lama karena sudah termasuk prosedur tutorial.